FUNGSI BAHASA
(وظائف اللغة)
BAB I
PENDAHULUAN
Bahasa merupakan sistem lambang bunyi yang arbitrer dan digunakan
oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan
mengidentifikasi diri. Berdasarkan definisi bahasa ini, bahasa sebagai alat
komunikasi lingual manusia, baik secara lisan maupun tertulis, tidak dapat
ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena kondisi dan pentingnya bahasa
itulah, maka ia diberi “label” secara eksplisit oleh pemakainya yang berupa
kedudukan dan fungsi tertentu.
Fungsi bahasa yang
dipakai oleh masyarakat bahasa perlu dirumuskan secara eksplisit, sebab
kejelasan “label” yang diberikan akan memengaruhi masa depan bahasa yang
bersangkutan. Oleh karena itu, makalah ini akan menguraikan rumusan
fungsi-fungsi bahasa setelah dihubungkan dengan status dan nilai-nilai sosial.
BAB II
PEMBAHASAN
Fungsi bahasa secara umum, yaitu komunikasi. Jika kita mengkaji
fungsi bahasa sebagai komunikasi dalam kaitannya dengan masyarakat dan
pendidikan secara lebih terperinci, maka kita dapat membedakan empat golongan
fungsi bahasa yaitu:
1.
Fungsi Kebudayaan
Bahasa dalam hubungannya dengan kebudayaan berfungsi sebagai:
a.
Sarana
perkembangan kebudayaan
Secara ontogenetic, seseorang belajar dan mengetahui kebudayaannya
kebanyakan melalui bahasa.
b.
Jalur
penerus kebudayaan
Secara filogenetik, bahasa adalah bagian dari kebudayaan, dan
bahasalah yang memungkinkan pengembangan kebudayaan sebagaimana kita kenal.
c.
Inventaris
ciri-ciri kebudayaan.
Segala
sesuatu dalam suatu kebudayaan, memiliki nama masing-masing. Kata, ungkapan,
atau konsep yang ada dalam bahasa suatu kebudayaan belum tentu mempunyai
padanan yang sesuai dalam bahasa kebudayaan lain.[1]
2.
Fungsi kemasyarakatan
Bahasa berdasarkan fungsi kemasyarakatan, terbagi dua bagian:
a.
Bahasa
nasional
Bahasa
nasional dirumuskan oleh Halim (1976) berfungsi sebagai:
1)
Lambang
kebanggaan kebangsaan
Sebagai
lambang kebanggaan nasional, suatu bahasa memancarkan nilai-nilai sosial budaya
luhur bangsa Indonesia.
2)
Lambang
identitas bangsa
Sebagai
lambang identitas nasional, suatu bahasa merupakan lambang bangsa Indonesia.
3)
Alat
pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang sosial budaya
dan bahasanya.
4)
Alat
perhubungan antar daerah dan kebudayaan.[2]
b.
Bahasa
kelompok
Bahasa
kelompok ialah bahasa yang digunakan oleh kelompok yang lebih kecil dari suatu
bangsa. Di Indonesia bahasa kelompok demikian kita sebut “bahasa daerah” atau
“logat daerah. Di Indonesia banyak sekali bahasa kelompok. Bahasa daerah saja
sudah berjumlah 418 dalam penghitungan Lembaga Bahasa Nasional pada tahun 1972,
dan lebih dari 500 bahasa menurut perkiraan Barr.[3]
3.
Fungsi Perorangan
Halliday
(1976) membuat suatu klasifikasi kegunaan pemakaian bahasa atas dasar observasi
yang terus-menerus terhadap penggunaan bahasa oleh anaknya sendiri. Klasifikasi
itu untuk bahasa anak-anak terdiri dari enam fungsi, yaitu:
a.
Instrumental
Fungsi
instrumental terdapat dalam ungkapan bahasa, termasuk bahasa bunyi, untuk
meminta sesuatu (makan,barang, dan sebagainya).
b.
Menyuruh
Fungsi
menyuruh ialah ungkapan untuk menyuruh orang lain berbuat sesuatu.
c.
Interaksi
Fungsi
interaksi terdapat dalam ungkapan yang menciptakan suatu iklim untuk hubungan
antar pribadi.
d.
Kepribadian
Fungsi
kepribadian ialah yang terdapat dalam ungkapan yang menyatakan atau mengakhiri
partisipasi.
e.
Pemecahan
masalah
Fungsi
pemecahan masalah terdapat dalam ungkapan yang meminta atau menyatakan jawaban
kepada suatu masalah dan persoalan.
f.
Khayal
Fungsi
khayalan adalah ungkapan yang mengajak pendengar untuk berpura-pura atau
simulasi suatu keadaan seperti yang dilakukan anak-anak ketika bermain
rumah-rumahan.
g.
Informasi.
Fungsi informatif yang memberitahukan sesuatu hal kepada orang
lain.[4]
4.
Fungsi Pendidikan
Dalam
hal ini yang dimaksud adalah fungsi bahasa yang yang berkaitan dengan sikap dan
pendekatan guru dalam pendidikan. Fungsi
ini banyak didasarkan pada tujuan bahasa dalam pendidikan dan
pengajaran. Fungsi bahasa dapat dibagi dalam empat subfungsi yaitu:
a.
Fungsi
intergratif
Fungsi
integrative membarikan penekanan pada penggunaan bahasa sebagi alat yang
membantu anak didik ingin dan sanggup menjadi anggota suatu masyarakat.
b.
Fungsi
instrumental
Fungsi
Instrumental adalah penggunaan bahasa untuk tujuan mandapat keuntungan materil,
memperoleh pekerjaan, meraih ilmu dan sebagainya
c.
Fungsi
kultural
Fungsi
kultural ialah penggunaan bahasa sebagai jalan mengenal dan menghargai suatu
system nilai dan cara hidup suatu kabudayaan
masyarakat.
d.
Fungsi
penalaran.
Fungsi
pendidikan yang keempat ialah fungsi penalaran. Fungsi ini yang member lebih
banyak tekanan pada penggunaan bahasa sebagai alat berfikir dan mengerti serta
menciptakan konsep-konsep untuk berfikir.[5]
BAB III
KESIMPULAN
Bahasa sebagai alat komunikasi lingual manusia, baik secara lisan
maupun tertulis, tidak dapat ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena
kondisi dan pentingnya bahasa itulah, maka ia diberi “label” secara eksplisit
oleh pemakainya yang berupa kedudukan dan fungsi tertentu.
DAFTAR PUSTAKA
Muslich, Masnur dan I Gusti Ngurah Oka. Perencanaan
Bahasa pada Era Globalisasi . Jakarta: Bumi Aksara, 2010.
Nababan, P.W.J. Sosiolinguistik: Suatu Pengantar.
Jakarta: Gramedia, 1984
[1]
P.W.J. Nababan, Sosiolinguistik: Suatu Pengantar (Jakarta: Gramedia,
1984), h. 38-39
[2]
Masnur Muslich dan I Gusti Ngurah Oka, Perencanaan Bahasa pada Era
Globalisasi (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), h. 30
[3]
P.W.J. Nababan, Sosiolinguistik: Suatu Pengantar..h. 40-42
[4]
P.W.J. Nababan, Sosiolinguistik: Suatu Pengantar..h. 42-43
[5]
P.W.J. Nababan, Sosiolinguistik: Suatu Pengantar..h. 43-45

Komentar
Posting Komentar